Showing posts with label pregnancyjourney. Show all posts
Showing posts with label pregnancyjourney. Show all posts

Friday, April 24, 2020

LABOR AND DELIVERY STORY PART 2






25 Mei 2019
⏱ 05.13 : Kontraksi mulai terasa ketika labu infus induksi pertama hampir habis. Mules-mules mulai datang dan pergi. Saat mules datang, teknik tarik nafas - buang nafas yg diajarkan saat senam hamil sangat membantu.
⏱ 07.51 : Cek bukaan, mulai naik jadi pembukaan 4.
⏱ 09.04 : Cek denyut nadi untuk proses induksi kedua.
⏱ 09.09 : Infus induksi kedua dipasang (foto ke-2).
⏱ 09.40 : Disuntik untuk pembukaan rahim.
⏱ 09.50 : Cek bukaan, pembukaan 6. Kontraksi mulai sering.
⏱ 10.45 : Disuntik cek alergi antibiotik (foto ke-3).
⏱ 11.00 : Infus antibiotik 200 ml/h.
⏱ 11.15 : Pembukaan 7-8 cm. Mules mulai intens dan semakin lama semakin sakit (foto ke-4).
⏱ 12.45 : Pembukaan 9. Disaat-saat ini aku latihan mengejan dipandu suster sambil nunggu pembukaan sempurna dan nunggu dokternya datang.
⏱ 12.50 : Pembukaan 10 dan siap untuk mengejan.
⏱ 13.00 : Kepala bayi sudah terlihat tp dokter blm datang, jd aku nunggu sebentar. Beberapa menit kemudian dokter datang dan aku lgsg mengejan bbrp kali, ngga lama kemudian si bayi lahir.
⏱ 13.05 : Bayi lahir dgn sehat dan sempurna 🙏🏻💕. Bayi lgsg dikasih ke aku untuk IMD (foto ke-5). Inisasi Menyusu Dini (IMD) adalah kegiatan untuk melakukan kontak kulit ibu dengan kulit bayi segera setelah lahir selama paling sedikit satu jam.

Terima kasih Tuhan untuk proses kelahiran yg cepat dan lancar. Walaupun proses bukaan agak lama, aku bersyukur krn proses mengejannya cepet bgt. Selain katanya ada faktor turunan ‘gampang melahirkan’ dari mamiku, senam hamil juga banyak membantu aku dlm proses mengejan ini.

Terima kasih Tuhan Yesus, papa babay yg selalu setia dampingin dr awal, dan mami yg nemenin aku begadang pas kontraksi lg sakit-sakitnya 😁.

Welcome to the world, my baby, Nicholas.
I love you.
💙

LABOR AND DELIVERY STORY PART 1



18 Mei 2019 (H-7)
Aku udah mulai stay di Bandung untuk siaga menunggu kelahiran si babay 💕.

20 Mei 2019 (H-5)
Pemeriksaan panggul dan cek bukaan. Panggul cukup untuk dilewati bayi dan udah pembukaan 1.
Sambil nunggu kelahiran yg datangnya ga tau kapan, aku banyak jalan-jalan di mall krn katanya byk jalan bs mempercepat pembukaan.

22 Mei 2019 (H-3)
Ikutan senam hamil dan edukasi laktasi di RS Borromeus. Ini senam yg ke-4 aku selama kehamilan.
Aku masih belum merasakan tanda-tanda mau lahiran padahal due datenya tinggal 3 hari lg. Mules-mules cuma sebatas sakit perut kaya mau mens dan ga konstan. Mulai deh harap-harap cemas 🙈.




24 Mei 2019 (H-1)
⏱ 14.30 : Ketuban merembes dan lgsg berangkat menuju rumah sakit.

⏱ 15.30 : Masuk ke IGD kebidanan dan aku lgsg ditangani dgn cepat 👍🏻 (foto ke-2). Air ketuban dicek pake kertas lakmus, lalu aku dicek bukaan, dan detak jantung bayi juga dicek dgn fetal doppler. Saat ini bukaannya 2-3 cm. Aku udh ga boleh jalan dan hrs tiduran untuk mencegah berubahnya posisi bayi.



⏱ 16.00 : Cek CTG untuk memantau detak jantung dan pergerakan bayi (foto ke-3). Klo bayinya gerak aku hrs teken tombol biru (foto ke-4). Bayi harus dilahirkan dlm waktu 24 jam krn ketuban udah pecah. Kemungkinan besar aku hrs diinduksi krn ga ada kontraksi.
⏱ 18.00 : Aku dikasi minum obat perangsang pembukaan. Klo jam 19.30 dicek pembukaan ga naik, induksi akan dilakukan.
⏱ 19.30 : Cek pembukaan dan hasilnya pembukaan masih tetap 2-3 cm 😣 jd aku harus diinduksi melalui infus. Induksi akan merangsang kontraksi dan biasanya setiap 1 jam akan bertambah 1 bukaan.

⏱ 21.20 : Pindah ke Ruangan Bersalin. Sampai malam ini kontraksi belum juga datang dgn teratur.

Untuk story part 2 nya lanjut di post berikut nya ya mom's :)

PERIKSA PANGGUL 39 WEEKS



20 May 19 • 39w3d

Pemeriksaan kali ini adalah jadwal aku cek panggul. Deg-degan dan maluu 🙈 tapi kt susternya hrs rileks dan ikutin instruksi aja jgn panik. Sebelum cek panggul aku di USG dulu seperti biasa untuk cek detak jantung, berat bayi, dan kondisi plasenta serta air ketuban. Semuanya bagus. Setelah itu aku disuru pindah ke ruangan dalam, ternyata ada kursi khususnya (kaya pic diatas). Pas duduk disitu sensasinya udh kaya mau lahiran deh 😥 tp untung suster-susternya baik jd ga bikin aku tmbh panik. Beberapa saat kemudian dokter datang dan aku lgsg dicek. Ga terlalu sakit sih mnrt aku, cm setelahnya agak sedikit perih dan keluar darah (ini hal yg wajar dan ga perlu ke RS klo sampe 1-2hr stlh cek masih keluar darah).

Hasil pemeriksaan ke-14 :
🔹 Berat baby 2.7 kg
🔹 Ukuran panggul cukup untuk dilalui bayi, artinya persalinan normal dapat dilakukan
🔹 Pembukaan 1 cm
🔹 Pemeriksaan selanjutnya pas due date (25 Mei), mudah-mudahan sblm due date udah lahir 🙏🏻
🔹 Banyak-banyak berhubungan untuk membantu melembutkan leher rahim

Thursday, April 23, 2020

WHAT'S IN MY FEEDING BABY BAG HOSPITAL

 





Hospital Bag Part 3

Keempat, kebutuhan menyusui. Aku mau direct breastfeeding tp jaga-jaga bawa peralatan pompa klo ASInya ga lgsg keluar :
• Breast pump (medela pump in style)
• Breastmilk bag (spectra)
• Botol susu (dr. browns)
• Medicine feeder (simba), jaga-jaga untuk ngasi colostrum.
• Milk collection sheels (avent), untuk ngumpulin tetesan-tetesan ASI drpd ASInya rembes ke breastpad trus kebuang.
• Cooler bag + ice gel (medela)
• Sabun cuci botol bayi (sleek)
• Sikat botol (mam)
• Lactation massager (lavie)
• Nursing apron
• Handuk kecil, untuk lap-lap
• Colokan pemanjang listrik
• Asi booster snack (mamabear teh, soya mix, sm cookies)
Semua peralatan pumping ini aku masukin ke kontainer plastik yg agak besar (merk biokips) biar praktis bawa-bawanya dan higienis juga.

WHAT'S IN MY BABY HOSPITAL BAG





Hospital Bag Part 2

Ketiga, kebutuhan untuk Baby. Sbnernya untuk baby cuma disuru bawa baju pulang aja krn semua kebutuhan udh disediain sm RS, tp aku ttp bawa banyak 😆 :
• Sleepsuit tutup kaki + jumpsuit tgn pendek, bawa 3 pcs.
• Topi, bawa 2 pcs.
• Kaos kaki + mitten, bawa 4 pasang.
• Selimut topi, untuk pulang dr RS.
• Burpy bips, bawa 2 pcs untuk alas pundak org dewasa pas gendong bayi.
• Gauze washcloth, untuk lap-lap pas nyusuin.
• Handuk
• Washcloth
• Diapers
• Bedong
• Perlak kecil
• Bantal anti peyang
• Selimut
• Gendongan kaos
• Baju pulang

Toiletries bayi :
🔹 kapas bulat + tempat airnya
🔹 tissue (paseo baby)
🔹 tissue basah (pigeon)
🔹 bedak liquid (mothercare)
🔹 nappy rash cream (sudocrem)
🔹 minyak telon (konicare)
🔹 calming rub cream (buds organics)
🔹 save our skin lotion (buds organics)
🔹 super shooting rescue lotion (buds organics)
🔹 sanitizer (acquassimo)
🔹 mosquito patch (hito)

WHAT'S IN MOMMY HOSPITAL BAG




Hospital Bag Part 1

Aku butuh waktu yg cukup lama nyiapin hospital bag ini krn bingung hrs packing sebanyak apa. Aku tinggal di luar kota Bandung dan berencana melahirkan di Bandung. Akhirnya 2 mgg sblm due date selesai juga persiapan hospital bag aku dgn barang-barang yg agak overpack 😆 gapapa deh, lbh baik jaga-jaga dulu aja bawa barang-barang yg kira-kira bakalan dibutuhin drpd kurang ini itu nantinya.

Pertama, kebutuhan untuk Mommy :
• Pembalut bersalin, bawa 2 pack. Katanya di RS udah disediain tp aku bawa aja.
• Breast pads, bawa 5 pasang.
• Nipple wipes, untuk bersihin puting sblm nyusuin.
• Nipple cream, untuk mencegah lecet puting.
• Blackmores, untuk ASI booster. Aku ga tau sih ini bakalan boleh lgsg diminum abis lahiran apa ngga nantinya, bawa dulu aja.
• Bra menyusui, bawa 4 pcs.
• Baju berkancing, aku bawa 4 dress berkancing yg nyaman untuk dipake siang.
• Piyama/daster berkancing, aku bawa 2 atasan piyama dan 2 daster untuk dipake malam.
• Kain jarik / kain bali, aku bawa 4 pcs.
• Baju pulang, aku bawa 1 dress berkancing.
• Korset & Stagen
• Celana dalam
• Handuk
• Washcloth
• Kaos kaki
• Sendal
• Hairdryer
• Kipas kecil
• Makeup, seperlunya aja biar ga trlalu kucel klo ada tamu.
• Toiletries sesuai kebutuhan (klo aku bawa cairan+tempat softlens, softlens cadangan, tetes mata, kacamata, sabun, shampoo, dryshampoo, deodoran, sikat gigi, odol, parfum, sisir, anti nyamuk, hand sanitizer, dll)
• Bantal, aku udh taro dimobil dari hamil 7 bulan. Klo di RS nanti butuh tinggal diturunin aja.

Kedua, kebutuhan untuk Daddy :
• Kaos, 3 pcs
• Baju tidur, 1 pasang
• Celana dalam
• Handuk
• Obat-obatan seperlunya
• Gadget, charger, dll
• Dokumen penting (kartu pasien aku, surat pengantar dokter kandungan, surat pengantar dokter mata, fotokopi ktp suami+istri)

PREGNANCY CHECK UP 34 - 38 WEEKS


Menginjak usia kandungan 9 bulan, check up ke dokter udah mulai seminggu sekali. Berat badan, detak jantung, posisi bayi, dan kondisi ketuban merupakan hal-hal penting yg diperhatikan pada masa-masa ini. Puji Tuhan kondisi bayi dan kandunganku semuanya baik, jadi beberapa pemeriksaan terakhir menjelang persalinan ini cenderung singkat dan cepat.

Wednesday, April 22, 2020

SENAM HAMIL



Waktu usia kandungan aku 32 weeks aku mulai ikutan senam hamil di RS Borromeus. Awalnya aku maleesss bgt ikut senam hamil ini krn rumahku jauh, tp sejak menginjak usia kandungan 7 bulan tiap check up suster-susternya selalu nyaranin aku untuk ikut senam hamil, katanya bakalan ngebantu banget buat persalinan nanti. Jadinya aku usahain deh.

Setelah aku cobain sekali, ternyata aku lumayan ketagihan juga 😛. Setiap habis senam badanku lgsg enak dan rileks, mood aku jg jd lbh baik. Sampai skrg aku udh ikutan 3x senam (di 32 weeks, 34 weeks, dan 38 weeks). Gerakan senam yg diajarkan selalu sama di setiap pertemuan, selain itu kita juga diajari teknik pernapasan, teknik mengejan, dan senam kegel, yang bisa kita praktekan dirumah. Di hari-hari tertentu setelah senam akan ada kelas penyuluhan dgn materi yg berbeda setiap kalinya. Sambil penyuluhan berlangsung semua peserta senam disuguhi bubur kacang hijau 😄🍵. Biaya senamnya 37rb per pertemuan.

Ibu hamil yg mau ikutan senam hamil ini usia kandungannya harus udah diatas 28 weeks, tensi dibawah 140, plasenta tdk menutupi jalan lahir, dan tidak ada kontraksi. Ibu hamil sungsang boleh ikutan, tp ada beberapa gerakan tertentu yg ga boleh dilakuin.

PEMERIKSAAN RETINA SEBELUM PERSALINAN 37 WEEKS



6 May 2019 • 37w3d

Seringkali kita mendengar bahwa ibu hamil dgn mata minus tdk bisa lahiran normal krn beresiko mengalami kebutaan. Sebagai penderita miopi dgn minus yg cukup besar dan berencana untuk lahiran normal, aku cukup khawatir dan mempertanyakan hal ini pada dokter kandunganku. Kebetulan dokter kandunganku itu pro normal, katanya tidak masalah, beliau pernah membantu persalinan normal ibu hamil minus 12 dgn lancar, tapi syaratnya kondisi retina mata harus dicek dulu di dokter mata.

Aku melakukan pemeriksaan retina ini di usia kandungan 37 minggu. Sblm dilakukan pemeriksaan, dokter mata memberikan bbrp penjelasan, diantaranya :
🔹 Kehamilan dapat menambah minus mata.
🔹 Retina mata penderita miopi sudah pasti lebih tipis drpd mata normal, namun tipisnya retina tidak menjamin kemungkinan robekan retina yg menyebabkan kebutaan. Ibu hamil dgn mata normal pun memiliki resiko yg sama.
🔹 Sampai saat ini belum ada bukti bahwa minus tinggi atau retina yg tipis dpt menyebabkan kebutaan pada proses persalinan normal.
🔹 Jadi pemeriksaan retina ini bukan merupakan garansi bahwa tidak akan terjadi masalah. Satu hal penting yg perlu diperhatikan adalah jangan memejamkan mata pada saat mengejan.

Tahap-tahap pemeriksaan retina:
Pertama, pemeriksaan minus dgn menggunakan alat yg biasa kita temui di optik-optik.
Kedua, pemeriksaan minus dengan membaca tulisan.
Ketiga, pembesaran pupil mata. Pada tahap ini mataku diberi intensitas cahaya lalu diteteskan dua jenis tetes mata dan menunggu selama 30 menit sambil tutup mata. Setelah 30 menit dicek, pupil aku masih kurang lebar jadi ditetes lagi dan tunggu 5 menit lagi.
Keempat, pemeriksaan retina dgn menggunakan alat. Mata diberi intensitas cahaya yg sangat terang dan dokter minta aku untuk menggerakan bola mata ke atas, bawah, kiri, kanan untuk dilihat kondisi retinanya.

Hasilnya kondisi retina aku baik dan boleh melakukan persalinan normal. Thank God 🙏🏻

FETOMATERNAL USG SCREENING 33 WEEKS



8 Apr 2019 • 33w2d

Apa itu USG Fetomaternal?

🔹 USG Fetomaternal adalah USG yg dilakukan oleh dokter spesialis ahli fetomaternal, yg bertujuan untuk melihat dan mendeteksi kemungkinan adanya kelainan pada organ-organ janin secara detail dan spesifik.

🔹 Pemeriksaan fetomaternal sangat dianjurkan bagi kehamilan dengan resiko tinggi atau kehamilan yg memiliki riwayat keguguran sebelumnya.

🔹 Saat yg paling tepat untuk melakukan USG Fetomaternal ini adalah pada usia kandungan 22-24 minggu, dimana ukuran bayi belum terlalu besar namun organ-organnya sudah terbentuk dgn sempurna sehingga dapat terlihat sepenuhnya.

Aku melakukan USG Fetomaternal ini pada usia kehamilan 33 minggu di Dr. Adhi Pribadi atas rekomendasi dari dokter kandunganku. Biayanya 1,1 jt dgn lama pemeriksaan sekitar 30-45 menit. Pada saat aku diperiksa, Dr. Adhi bilang klo usia kandungan aku terlalu besar jd ada bbrp detail yg ga bisa kelihatan, tapi overall smua bagus 🙏🏻💕.




Sayangnya hasil screening dlm bentuk print out ini dikasi setelah kita keluar dari ruang praktek dokter, jadi aku ga begitu ngerti baca hasilnya 😅 dan udah ga bs nanya lagi ke dokternya karena udh diluar 😆.
Untungnya wajah si babay keliatan jelas banget jd mommy tetep happy 😚💕.

Tuesday, April 21, 2020

VITAMIN PRENATAL YANG DI KONSUMSI SELAMA HAMIL


Selama kehamilan aku selalu rutin check up ke dokter kandungan dan teratur minum vitamin yg dikasi dokter untuk memenuhi nutrisi yg dibutuhkan oleh bayi aku. Vitamin tersebut diberikan sesuai dgn kebutuhan nutrisi di usia kehamilanku :


Trimester Pertama

5 weeks & 7 weeks check up :

➡️ Folaplus : suplemen asam folat, vitamin B6, dan B12

➡️ Duphaston : penguat kandungan


11 weeks & 15 weeks check up :

➡️ Osfit DHA : suplemen kalsium, vitamin D3, dan minyak ikan

➡️ Biosanbe : mencegah anemia


Trimester Kedua

19 weeks, 24 weeks & 27 weeks check up :

➡️ Folamil Genio : suplemen asam folat yg dilengkapi dengan DHA untuk nutrisi otak dan berbagai vitamin dan mineral penting lainnya

➡️ Cal-95 : suplemen kalsium


Trimester Ketiga

29 weeks, 32 weeks & 34 weeks check up :

➡️ Folamil Genio

➡️ Cal-95
➡️ Glutrop : membantu meningkatkan berat badan janin



36 weeks, 37 weeks & 38 weeks check up :

➡️ Folamil Genio

➡️ Cal-95

Monday, April 20, 2020

TEST TOKSO & RUBELLA


30 Nov 2018 • 14w7d

Krn sblm menikah aku blm melakukan pre-marital check up, di usia kehamilan 14 weeks dokter ngasi aku rekomendasi untuk melakukan sejumlah test lab, dua diantaranya yg aku sering dgr berbahaya untuk ibu hamil adalah Toxoplasma dan Rubella.


TOXOPLASMA adalah infeksi yg disebabkan oleh parasit Toxoplasma Gondii, yaitu parasit yg ditemukan pd kotoran kucing, konsumsi daging yg tdk matang, dan telur mentah.
RUBELLA adalah infeksi yg disebabkan oleh virus Rubella yg sangat mudah menyebar melalui kontak lgsg dgn kontaminasi air liur dari penderita saat batuk, bersin, atau berbagi makanan dan minuman.



Infeksi pada org sehat pada umumnya tergolong infeksi ringan dan dapat pulih sepenuhnya, namun infeksi bagi ibu hamil dapat memberikan dampak yg sangat serius. Infeksi pada kehamilan awal dapat menyebabkan keguguran, atau jika kehamilan terus berlangsung akan menyebabkan bayi cacat lahir, seperti tuli, katarak, gangguan fungsi otak, gangguan saraf, gangguan pertumbuhan, dan kelainan jantung. Melihat bahayanya, sebaiknya test ini dilakukan sedini mungkin agar dapat ditangani secepat mungkin.


Biaya pemeriksaannya terbilang cukup mahal, wkt itu aku test totalnya 2.229.000. 





Untuk hasilnya puji Tuhan IgM dan IgG aku keduanya negatif, artinya aku belum pernah terinfeksi (IgG -) dan tidak sedang terinfeksi (IgM -)


14 Mar 2019 • 29w6d
Waktu liburan di Jepang aku sempet makan daging sapi yg masih merah dan kurang matang. Sepulang dari Jepang aku kepikiran terus dan takut kena Tokso, krn itu aku test Tokso lg untuk kedua kalinya. Puji Tuhan hasilnya ttp negatif 😊

USG SCREENING ORGAN DALAM JANIN 27 WEEKS



26 Feb 2019 • 27w4d

Kali ini aku check up ke dokter agak lebih awal krn pulang dr Jepang aku batuk agak parah sampai sesak napas dan sering kebangun pas tidur, jadi pas check up aku sekalian minta obat.

Ternyata di pemeriksaan ke-7 ini dokternya agak detail ngejelasin organ-organ dalam baby :

* Plasenta dan ketuban bagus

* Kedua kaki, alat kelamin, kandung kemih, ginjal kiri kanan, tulang belakang, jantung, paru-paru bagus semua

* Detak jantung bagus
* Berat baby 1,1 kg
* Posisi udh bagus, kepalanya dibawah
Sayangnya wajah si baby ga bs diliat pake 4D krn banyak tali pusar nutupin pas di depan wajahnya 😄


Untuk obat batuknya aku dikasi Silex (produksi Darya Varia)

BELANJA BARANG BAYI DI TOKYO JEPANG







Dari awal ngerencanain liburan aku emg udh niatin untuk sekalian belanja barang-barang baby di Tokyo, tapi ternyata stlh bbrp hari jalan-jalan aku baru sadar klo toko yg menjual perlengkapan bayi itu ga banyak. Toko yg jual pakaian bayi palingan H&M dan Uniqlo, sedangkan untuk perlengkapan bayi umum (misalnya merk pigeon) dijual di Donquijote dan Yodobashi, tp pilihan barangnya sangat terbatas dan itu-itu aja. Aku agak kecewa krn brgnya sama aja kaya di Indo, tp drpd ga beli apa-apa aku beli bbrp barang yg lg sale 😛.



Akhirnya dr hasil googling aku nemuin satu toko perlengkapan bayi namanya Akachan Honpo, ada satu cabangnya di daerah Gotanda (agak jauh dari pusat kota Tokyo). Di hari terakhir liburan aku sempetin dateng kesitu. Tempatnya di TOC Building, mall gitu tapi sepiiiii banget, mgkn krn letaknya di daerah pinggiran Tokyo. Perjalanan 20-30 menitan naik kereta dari tempat aku menginap, ditambah 15 menit jalan kaki. Jauhhh...



Ternyata perjuanganku ga sia-sia. Tempatnya gedeee dan lengkappp banget 😍 barangnya bagus-bagus tp hrga barang-barangnya emg lumayan jd aku cm beli yg kira-kira penting aja (dan lucu! 😛) dan yg masih memungkinkan untuk masuk koper.

LIBURAN KE TOKYO SAAT HAMIL 25-36 WEEKS





Pertengahan bulan Februari lalu di usia kehamilanku yg ke 25-26 weeks, aku dan suami pergi liburan ke Jepang selama 1 mgg sama keluargaku, total 9 org dewasa dan 2 bayi. Tujuan destinasinya cuma satu kota aja, yaitu Tokyo, krn untuk pindah” kota rasanya krg memungkinkan dgn bawa 1 ibu hamil dan 2 bayi kaya gini 😆

✅ Saat terbaik untuk terbang bagi ibu hamil adalah saat usia kehamilan 14-27 minggu.
Bbrp hari sblm berangkat aku minta surat pengantar dr dokter kandungan untuk dikasi ke cabin crew nantinya pada saat check in. Selain surat pengantar, pada saat check in aku jg perlu mengisi Formulir Informasi Medis (MEDIF) yg menyatakan bahwa kehamilanku sehat dan normal (saat itu aku naik Garuda Indonesia).
✅ Ngga semua airlines ketentuannya sama, pada umumnya surat keterangan medis diperlukan untuk kehamilan diatas 28 mgg, tapi mnrtku sebaiknya surat pengantar dr dokter tetap kita siapkan beserta fotokopi paspor (biar prosesnya cepat kl dibutuhkan).




Berhubung perut aku udh agak besar, di pesawat aku ngerasa agak kurang nyaman dan sesak. Susah banget untuk bergerak apalagi untuk tidur 😴. Untungnya letak toilet dekat dgn tmpt duduk aku, jd aku bisa jalan-jalan sedikit untuk meregangkan badan.
✅ Untuk perjalanan yg agak jauh dan lama sebaiknya pilih tempat duduk saat beli tiket. Pilihlah kursi yg nyaman untuk meregangkan kaki+punggung dan dekat dgn toilet.




lanjut di comment ⬇️